Sabtu, 22 April 2017

Tugas Softskill - IT Forensik

Pengertian :

IT Forensik adalah cabang dari ilmu komputer tetapi menjurus ke bagian forensik yaitu berkaitan dengan bukti hukum yang ditemukan di komputer dan media penyimpanan digital. Komputer forensik juga dikenal sebagai Digital Forensik. Kata forensik itu sendiri secara umum artinya membawa ke pengadilan.

IT Forensik merupakan ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat), di mana IT Forensik bertujuan untuk mendapatkan fakta-fakta objektif dari sistem informasi.

Fakta-fakta tersebut setelah di verifikasi akan menjadi bukti-bukti yang akan di gunakan dalam proses hukum, selain itu juga memerlukan keahlian dibidang IT (termasuk diantaranya hacking) dan alat bantu (tools) baik hardware maupun software.

Contoh barang bukti dalam bentuk elektronik atau data seperti :
•    Komputer
•    Hardisk
•    MMC
•    CD
•    Flashdisk
•    Camera Digital
•    Simcard/hp

Data atau barang bukti tersebut diatas diolah dan dianalisis menggunakan software dan alat khusus untuk dimulainya IT Forensik, Hasil dari IT Forensik adalah sebuah Chart data Analisis komunikasi data target.


Tujuan : 

Tujuan dari IT forensik adalah untuk menjelaskan keadaan artefak digital terkini. Artefak Digital dapat mencakup sistem komputer, media penyimpanan (seperti hard disk atau CD-ROM), dokumen elektronik (misalnya pesan email atau gambar JPEG) atau bahkan paket-paket yang secara berurutan bergerak melalui jaringan. Bidang IT forensik juga memiliki cabang-cabang di dalamnya seperti firewall forensik, forensik jaringan, database forensik, dan forensik perangkat mobile.


Prosedur : 

Berikut prosedur forensik yang umum di gunakan antara lain :
• Membuat copies dari keseluruhan log data, files, daln lain-lain yang dianggap perlu pada media terpisah.
• Membuat fingerprint dari data secara matematis.
• Membuat fingerprint dari copies secvara otomatis.
• Membuat suatu hashes masterlist.
• Dokumentasi yang baik dari segala sesuatu yang telah dikerjakan.

Sedangkan tools yang biasa digunakan untuk kepentingan komputer forensik, secara garis besar dibedakan secara hardware dan software. Hardware tools forensik memiliki kemampuan yang beragam mulai dari yang sederhana dengan komponen singlepurpose seperti write blocker sampai sistem komputer lengkap dengan kemampuan server seperti F.R.E.D (Forensic Recovery of Evidence Device). Sementara software tools forensik dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu aplikasi berbasis command line dan aplikasi berbasis GUI.


Contoh Software : 

Berikut contoh Software tools forensik, yaitu :
• Viewers (QVP http://www.avantstar.com dan http://www.thumbsplus.de)
• Erase/Unerase tools: Diskscrub/Norton utilities)
• Hash utility (MD5, SHA1)
• Text search utilities (search di http://www.dtsearch.com/)
• Drive imaging utilities (Ghost, Snapback, Safeback,…)
• Forensic toolkits. Unix/Linux: TCT The Coroners Toolkit/ForensiX dan Windows: Forensic Toolkit
• Disk editors (Winhex,…)
• Forensic acquisition tools (DriveSpy, EnCase, Safeback, SnapCopy,…)
• Write-blocking tools (FastBloc http://www.guidancesoftware.com) untuk memproteksi bukti-bukti.

Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk analisis digital adalah Forensic Tools Kit (FTK) dari Access Data Corp (www.accesdata.com). FTK sebenarnya adalah aplikasi yang sangat memadai untuk kepentingan implementasi komputer forensik. Tidak hanya untuk kepentingan analisa bukti digital saja, juga untuk kepentingan pemrosesan bukti digital serta pembuatan laporan akhir untuk kepentingan presentasi bukti digital.

Alasan Penggunaan :

Ada banyak alasan-alasan untuk menggunakan teknik IT forensik:
• Dalam kasus hukum, teknik komputer forensik sering digunakan untuk menganalisis sistem komputer milik terdakwa ( dalam kasus pidana ) atau milik penggugat ( dalam kasus perdata ).

• Untuk memulihkan data jika terjadi kegagalan atau kesalahan hardware atau software.

• Untuk menganalisa sebuah sistem komputer setelah terjadi perampokan, misalnya untuk menentukan bagaimana penyerang memperoleh akses dan apa yang penyerang itu lakukan.

• Untuk mengumpulkan bukti untuk melawan seorang karyawan yang ingin diberhentikan oleh organisasi.

• Untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana sistem komputer bekerja untuk tujuan debugging, optimasi kinerja, atau reverse-engineering.


Contoh Kasus :

Pembobolan ATM Dengan Teknik ATM Skimmer Scam”

Beberapa waktu yang lalu di Indonesia sedang diramaikan dengan berita “pembobolan ATM“. Para nasabah tiba-tiba saja kehilangan saldo rekeningnya akibat dibobol oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk masalah tipu-menipu dan curi-mencuri adalah hal yang sepertinya sudah sangat biasa di Indonesia. Hal ini mungkin diakibatkan oleh kurangnya kesempatan kerja dan tidak meratanya pendapatan.
Berdasarkan data yang ada di TV dan surat kabar. Kasus pembobolan ATM ini di Indonesia dimulai di Bali, dengan korban nasabah dari 5 bank besar yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BII dan Bank Permata. Diindikasikan oleh polisi dilakukan dengan menggunakan teknik skimmer.

  
Modus pembobolan ATM dengan menggunakan skimmer adalah:

1. Pelaku datang ke mesin ATM dan memasangkan skimmer ke mulut slot kartu ATM. Biasanya dilakukan saat sepi. Atau biasanya mereka datang lebih dari 2 orang dan ikut mengantri. Teman yang di belakang bertugas untuk mengisi antrian di depan mesin ATM sehingga orang tidak akan memperhatikan dan kemudian memeriksa pemasangan skimmer.

2. Setelah dirasa cukup (banyak korban), maka saatnya skimmer dicabut.

3. Inilah saatnya menyalin data ATM yang direkam oleh skimmer dan melihat rekaman no PIN yang ditekan korban.

4. Pada proses ketiga pelaku sudah memiliki kartu ATM duplikasi (hasil generate) dan telah memeriksa kevalidan kartu. Kini saatnya untuk melakukan penarikan dana. Biasanya kartu ATM duplikasi disebar melalui jaringannya keberbagai tempat. Bahkanada juga yang menjual kartu hasil duplikasi tersebut.


Tools yang digunakan pada contoh kasus :

Tools yang digunakan pada contoh kasus diatas adalah dengan menggunakan hardware berupa head atau card reader, dimana hardware tersebut dapat membaca data yang tersimpan pada bidang magnet melalui pita magnet seperti halnya kaset. Tools hardware tersebut biasa dikenal dengan nama skimmer. Skimmer adalah sebuah perangkat yang yang terpasang didepan mulut keluar masuk kartu pada sebuah mesin ATM, yang akan bekerja mengumpulkan data dari Credit Card atau kartu ATM yang masuk dan keluar dalam mesin ATM.


SumBer

Senin, 17 April 2017

Tugas Softskill - UU ITE Pasal 27 dan Contoh Kasus


BAB VII
PERBUATAN YANG DILARANG

Pasal 27
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.
(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
(4) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.



Contoh Kasus :

1. Kasus E-book berjudul “Saatnya Aku Pacaran”

Jakarta – KPAI melaporkan penulis dan penerbit buku ‘Saatnya Aku Pacaran’ ke Mabes Polri. Buku itu dinilai melanggar UU Perlindungan Anak, UU Pornografi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Buku itu tidak sejalan dengan prinsip perlindungan anak, bertentangan dengan norma kesusilaan, UU pronografi dan UU ITE,” kata Ketua KPAI Asrorun Ni’am Saleh di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2015). Disebut melanggar UU ITE, karena buku itu juga diedarkan dalam bentuk e-book. Menurut Asrorun, Toge si penulis buku dan penerbit Brillian Internasional melanggar UU ITE pasal 27 ayat 1. Ancaman hukuman untuk pelanggaran pasal ini tercantum dalam pasal 52 ayat 1 UU ITE yaitu sepertiga dari hukuman pokok.

Sementara untuk pidananya, keduanya melanggar KUHP pasal 160. “Ancaman hukumannya 6 tahun penjara,” ujarnya. Asrorun menjelaskan, pelanggaran yang terjadi dalam buku ini khususnya yang dimuat dalam Bab 6 tentang seks tepatnya pada halaman 60. Isi dalam bab tersebut memuat tindak pencabulan, yaitu tindak penghasutan terhadap pembaca yang diarahkan untuk kepentingan remaja.”Itu diarahkan dalam lingkup usia anak-anak yang dibolehkan hubungan seksual di luar pernikahan,” urainya. Maka menurut Asrorun, Toge dan penerbit Brillian Internasional melanggar hak anak untuk memperoleh informasi yang sehat. Anak-anak seharusnya tak diberikan informasi yang menyesatkan semacam “Hubungan seks di luar pernikahan adalah tindakan melawan hukum. Tapi di dalam buku itu justru diberikan pengetahuan,” katanya.

Apalagi menurut Asrorun, buku tersebut telah mengalami 2 kali cetak. Buku-buku tersebut juga telah diedarkan dalam seminar-seminar parenting di sekolah-sekolah. KPAI telah mengkomunikasikan hal itu kepada Toge. Togepun telah mengkonfirmasi kebenarannya dan mengucapkan permintaan maaf. Namun menurut Asrorun, permintaan maaf itu tidak berarti menghentikan proses hukum. “Kami meminta ‎buku tersebut ditarik agar tidak menjadi pegangan bagi anak-anak,” tutupnya.


2. Kasus perjudian dengan menggunakan sarana internet dan SMS dapat dibongkar petugas unit Resmob dan Buncul Satreskrim Polwiltabes Semarang.

Hukum UU ITE Tentang Judi via Internet: Pelanggaran Pasal 27 Ayat 2 UU No. 11 Tahun 2008

Lima orang bandar ditangkap berikut barang buktinya. Mereka bandar judi jenis togel Singapura dan menjajakan kupon di daerah Salatiga. “Mereka kami tangkap berkat laporan dari masyarakat. Setelah kami selidiki dan lakukan penyelidikan, jaringan judi jenis togel Singapura ini kami bongkar. Lima orang bandar kami amankan,” ungkap Kapolwiltabes Semarang Kombes Drs Masjhudi melalui Kasat Reskrim AKBP Roy Hardi Siahaan SIK SH MH, Senin (16/2). 

Tersangka Pokim alias Bagas (37) warga Kumpulrejo III, RT 7 RW 3, Gedongan, Tingkir, Salatiga; Sulistyono (39) warga Jl Flamboyan RT 4 RW 4, Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang; Gustaf Watente (29) warga Jl Purnasari RT 3 RW 2, Kemijen, Semarang Timur; ditangkap di Jalan Sudirman. Adapun dua tersangka yang ditangkap belakangan, yakni Yulianto (35) dan Sri Lestari (28) warga RT 9 RW 4, Pancuran, Tingkir, Salatiga, dibekuk di kediamannya masing-masing.

Kasus judi online seperti yang dipaparkan diatas setidaknya bisa dijerat dengan 3 pasal dalam UU Informasi dan Transaksi Elektonik (ITE) atau UU No. 11 Tahun 2008. Selain dengan Pasal 303 KUHP menurut pihak Kepolisian diatas, maka pelaku juga bisa dikenai pelanggaran Pasal 27 ayat 2 UU ITE, yaitu “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian”. Oleh karena pelanggaran pada Pasal tersebut maka menurut Pasal 43 ayat 1, yang bersangkutan bisa ditangkap oleh Polisi atau “Selain Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia, Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik diberi wewenang khusus sebagai penyidik sebagaimana dimaksud dalam Undang‐Undang tentang Hukum Acara Pidana untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik”. Sementara sanksi yang dikenakan adalah Pasal 45 ayat 1, yaitu “Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

http://jack-gambling.blogspot.com/2012/04/hukum-uu-ite-tentang-judi-via-internet.html


3.  Kasus Penghinaan Warga Yogyakarta yang dilakukan Florence Sihombing

YOGYAKARTA – Fajar Rianto, pelapor kasus penghinaan warga Yogyakarta yang dilakukan Florence Sihombing, mahasiswi Pascasarjana UGM Yogyakarta, mengaku tidak akan mencabut laporannya. Melalui kuasa hukumnya Erry Supriyanto dan Dwi Saputro, pihaknya kukuh menginginkan proses pidana terhadap Florence. Mereka menginginkan kasus itu berlanjut hingga persidangan. “Tidak, kita tidak akan mencabut laporan, harus jalan terus hingga sampai pengadilan,” kata Erry Supriyanto, kepada wartawan, usai bertemu dengan Direskrimsus Polda DIY Kokot Indarto, di Mapolda DIY, Rabu (3/9/2014).

Alasan tidak ingin mencabut laporan, karena kasus ini sudah masuk ranah pidana. Pihaknya bersama LSM Jangan Khianati Suara Rakyat (Jati Sura) tidak ingin kejadian serupa dilakukan oleh orang lain.
“Harus ada efek jera, kita tak ingin kejadian ini dilakukan orang lain, hukum itu kaku, lurus, dan tidak melihat siapa yang berbuat,” katanya. Pihaknya tidak memperadukan hasil putusan oleh majelis hakim nantinya. Jika putusan itu nanti ringan, mereka mengaku akan tetap menghormati proses persidangan. “Misal nanti diputus sehari, kita tetap akan terima. Yang jelas kasus ini tidak boleh berhenti di tengah jalan, harus dituntaskan hingga pengadilan,” tambahnya. 

Erry juga menyampaikan, alasan yuridis mengenai kasus ini, yakni ada unsur melakukaan pelanggaran Pasal 27 ayat 3, Pasal 28 ayat 2 UU No 11 tahun 2008, Junto Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP. Bunyi dari Pasal 27 ayat 3 UU ITE adalah setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan pencemaran nama baik. Sedangkan bunyi Pasal 28 ayat 2 berbunyi setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informassi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan. “Unsur pelangarannya sudah jelas, harus tetap diproses sampai tuntas,” pungkasnya.

4. Kasus dugaan pengancaman dan pemerasan melalui media sosial

Bintang.com, Jakarta Perempuan bernama Maratul Habibah alias Ara melaporkan Ina Thomas, istri Jeremy Thomas ke polisi dengan dugaan pengancaman dan pemerasan melalui media sosial. Ina disangkakan dengan pasal 369 KUHP Jo Pasal 29 UU ITE Jo Pasal 45 UU ITE Jo Pasal 55 KUHP. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara. Tujuan Ara melaporkan Ina agar ia jera.

Mengingat ancaman hukumannya di atas 5 tahun, Firman Candra, kuasa hukum Ara berharap pihak penyidik melakukan proses BAP dengan beberapa pihak terkait supaya ini di lanjutkan dengan proses berikutnya. Dengan pelaporan ini Ara ingin memberi efek jera terhadap istri Jeremy tersebut.
"Tadi kita melaporkan cuma ingin memberi efek jera supaya tidak ada Ina Thomas Ina Thomas lainnya yang melakukan tindakan pencemaran nama baik, ancaman dan kekerasan lewat konvensional mau pun lewat media sosial," kata Firman usai melaporkan Ina Thomas di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2015). 
Bukan hanya kliennya, lanjut Firman, akan ada lagi laporan yang dilayangkan orang lain terhadap Ina dengan kasus yang berbeda-beda. "Nanti ada berikutnya dan tidak etis untuk diomongkan sekarang karena belum ada laporan ke polisi, inisial saja kali ya, KT, PA,DP, AI, AS, total 19 sosialita," lanjutnya.
Lebih lanjut Firman mengatakan, kliennya jadi terauma atas perlakuan yang diduga dilakukan Ina. Bahkan sampai membuat Ara depresi. "Enggak bisa bekerja dan hal-hal yang membuat depresi dan utuh nilainya sangat besar dibanding 25,5 milyar dan rencananya kita akan meminta kerugian tiga kali lipat. Ya kita ikut proses hukum aja," ujar Firman.

Konflik Ina dengan Ara ini berawal dari sengketa tanah dan bangunan yang terjadi pada 2013 silam. Patrick Alexander yang diketahui suami Ara menuduh Jeremy Thomas menyerobot tanah dan bangunan villa miliknya. Pada saat itu Jeremy balik menuduh Patrick karena menempati lahan yang ada di daerah Ubud, Bali, tersebut secara ilegal.


Polemik Pasal 27

Menkominfo: Pasal 27 Ayat 3 UU ITE Tidak Mungkin Dihapuskan

Jakarta, Kominfo - Banyak kalangan menginginkan pasal 27 ayat 3 di Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) untuk dihapus.

Pasal 27 ayat 3 UU ITE menyebut melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Alasannya, karena pasal 27 ayat 3 UU ITE yang biasa disebut dengan “pasal karet” sebagai undang-undang yang berbahaya. Terlebih lagi jika diterapkan oleh pihak-pihak yang tak paham soal dunia maya. Selain itu, pasal tersebut juga bisa digunakan dengan mudah untuk menjerat orang-orang demi membungkam kritik.

Menanggapi keinginan tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara secara tegas mengatakan pasal 27 ayat 3 di UU ITE tersebut tidak mungkin dihapuskan.

Jika pasal tersebut dihilangkan, efek jera terhadap para pelanggar hukum akan hilang, tegas Rudiantara di sela-sela acara “Dialog Kemerdekaan Berekspresi di Media Sosial Indonesia”, di Hotel Aryaduta Tugu Tani, Jakarta, Selasa (3/2).

Menurut Rudiantara, pasal tersebut sebenarnya memiliki peran besar dalam melindungi transaksi elektronik khususnya di dunia maya. Namun, hanya saja dalam penerapannya sering terjadi kesalahan. “Yang salah bukan pasal 27 ayat 3-nya, melainkan adalah penerapan dari pasal 27 ayat 3 tersebut,” ujarnya.

Akibat kesalahan penerapan tersebut, lanjut dia, sebanyak 74 orang telah menjadi “korban” dari UU ITE tersebut. “Saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa teman-teman, terlepas siapa benar siapa salah. Saya melihat UU ITE secara makro, karenanya saya bilang UU ini tidak salah. Namun untuk kasus ini (korban UU ITE-red), I'm with you. Kalau enggak, saya enggak bakal ada di forum ini,” kata Rudiantara.

Revisi adalah salah satu solusi agar tidak lagi ada korban akibat salah penerapan pasal. Solusi kedua adalah melakukan pembicaraan dengan aparat penegak hukum agar lebih hati-hati dalam menerapkan pasal ini di UU ITE, tegasnya.

Sementara, Meutya Hafid, Anggota Komisi I DPR RI, menyebut pasal 27 ayat 3 UU ITE sangat berbahaya. Terlebih lagi jika diterapkan oleh pihak-pihak yang tak paham soal dunia maya. “Kalau saya pribadi tentu ingin dihapus saja. Karena sudah tergantikan dengan adanya KUHP,” kata Meutya yang juga hadir dalam acara tersebut.


Namun ia meragukan soal kemungkinan dihapusnya pasal ini dari Undang-undang, karena hal itu melibatkan banyak pihak yang juga punya kepentingan lain (Az).


Sumber :
1
2
3

Kamis, 11 Agustus 2016

Pengertian Analisa dan Analis System

Suatu sistem akan dirancang oleh satu orang atau sekelompok orang yang membentuk tim. Orang yang merancang sistem ini disebut SISTEM ANALIS.

Ada yang mendefinisikan sistem analis sebagai:
Seorang yg menggunakan pengetahuan aplikasi komputer yg dimilikinya untuk memecahkan masalah-masalah bisnis, dibawah petunjuk manajer sistem
Seorang yg bertanggung jawab menterjemahkan kebutuhan kebutuhan sipemakai sistem (user) kedalam spesifikasi teknik yg diperlukan oleh programmer dan diawasi oleh manajemen.

FUNGSI SISTEM ANALIS :
- Mengidentifikasikan masalah - masalah dari pemakai / user
- Menyatakan secara spesifik sasaran yg harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user
- Memilih alternatif - alternatif metode pemecahan masalah
- Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dgn permintaan user

TUGAS -TUGAS UMUM DARI SISTEM ANALIS :
- Mengumpulkan & menganalisis formulir, dokumen , file yg berkaitan dgn sistem yg berjalan.
- Menyusun dan menyajikan laporan perbaikan (rekomendasi ) dari sistem yg berjalan kepada user.
- Merancang suatu sistem perbaikan dan mengidentifikasikan aplikasi -aplikasi untuk penerapannya pada komputer.
- Menganalisis & menyusun biaya-biaya & keuntungan dari sistem yg baru
- Mengawasi semua kegiatan dalam penerapan sistem yg baru.

TUGAS -TUGAS TEKNIK DARI SISTEM ANALIS :
- Menyiapkan gambaran kerja dalam menerapkan sistem baru.
- Menyusun prosedur-prosedur untuk pengawasan.
- Menyusun data flow diagram (DFD), Structured Analysis and Design Technique (SADT), dan sistem flowchart untuk merancang sistem baru secara detail.
- Merancang pola pengawasan terhadap data yg bersifat sangat penting
- Menyusun file-file utk digunakan dalam komputer, agar sistem baru dapat berjalan efektif.
- Merancang bentuk input/output agar mudah dibaca oleh user
- Menyusun dokumentasi tentang pekerjaan yg dilakukan oleh sistem analis dlm merancang sistem yg baru.

PRIBADI SISTEM ANALIS  
- Mampu bekerja sama
- Mampu berkomunikasi dengan baik
- Mempunyai sopan santun
- Mempunyai pendirian yang tegas
- Mampu bersikap dewasa
- Mampu bersikap tegas
- Dapat bertindak secara metodik
- Dapat bersikap akurat dalam memperhitungkan biaya-biaya
- Mempunyai sifat kreatif

LANGKAH KERJA SISTEM ANALIS
- Tahap Mengidentifikasikan masalah kebutuhan user
- Tahap Melaksanakan studi kelayakan
- Tahap Analisis dan rancang sistem
- Tahap Penerapan sistem
- Tahap Evaluasi dan pemeliharaan

Definisi Analisa Sistem :

Analisis Sistem dapat didefinisikan sebagai :
Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatannyang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan. Atau secara lebih mudahnya, analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui. Tahap analisis sistem ini merupakan tahap yang sangat kritis dan sangat penting, karena kesalahan di dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya.

Tugas utama analis sistem dalam tahap ini adalah menemukan kelemahan-kelemahan dari sistem yang berjalan
sehingga dapat diusulkan perbaikannya.

Langkah - langkah di Analisis Sistem :
Langkah-langkah di dalam tahap analisis sistem hampir sama dengan langkah-langkah yang dilakukan dalam
mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan di tahap perencanaan sistem. Perbedaannya pada analisis sistem ruang lingkup tugasnya lebih terinci.
Didalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh Analis Sistem yaitu :

1. Identify
Yaitu mengidentifikasikan masalah
Mengindentifikasikan penyebab masalah Seringkali organisasi menyadari masalah yang tejadi setelah sesuatu berjalan dengan tidak benar. Permasalahan tidak akan muncul dengan sendirinya dan mestinya ada sesuatu penyebab yang menimbulkannya.
Mengidentifikasikan titik keputusan Setelah penyebab terjadinya masalah dapat diidentifikasi, selanjutnya juga harus diidentifikasi titik keputusan penyebab masalah tersebut. Maka selanjutnya perlu diidentifikasi lebih lanjut titik keputusan yang menyebabkan suatu proses menjadi tidak sempurna. Titik keputusan menunjukkan suatu kondisi yang menyebabkan sesuatu terjadi. Sebagai dasar identifikasi titik-titik keputusan ini, dapat digunakan dokumen sistem bagan alir formulir (paperwork flowchart atau form flowchart) bila dokumentasi ini dimiliki oleh perusahaan.
Mengidentifikasikan personil-personil kunci Setelah titik-titik keputusan penyebab masalah dapat diidentifikasi beserta lokasi terjadinya, maka selanjutnya yang perlu diidentifikasi adalah personil-personil kunci baik yang langsung maupun yang tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya masalah tersebut. Identifikasi personil-personil kunci ini dapat dilakukan dengan mengacu pada bagan alir dokumen yang ada di perusahaan serta dokumen deskripsi jabatan (job description)

 2. Understand
Yaitu memahami kerja dari sistem yang ada Langkah ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada beroperasi. Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan data yang dapat diperoleh dengan cara melakukan penelitian. Bila di tahap perencanaan sistem juga pernah dilakukan penelitian untuk memperoleh data, penelitian ini sifatnya adalah penelitian pendahuluan (preliminary survey). Sedang pada tahap analisis sistem, penelitian yang dilakukan adalah penelitian terinci (detailed survey). Analis sistem perlu mempelajari apa dan bagaimana operasi dari sistem yang ada sebelum mencoba untuk menganalisis permasalahan-permasalahan, kelemahan-kelemahan dan kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem untuk dapat memberikan rekomendasi pemecahannya. Sejumlah data perlu dikumpulkan menggunakan teknik pengumpulan data yang ada, yaitu wawancara, questionares, observasi, procedure analis, document survey.

Tanya jawab/wawancara (Interviews)
1. Bagaimana metode itu digunakan.
Pemilihan potential interviewees.
Membuat perjanjian terhadap potential interviewees.
Menyiapkan struktur pertanyaan yang lengkap dan jelas.
Memilih person yang diinterview secara pribadi dan merekamnya.

2. Target dari metode interview.
Kunci pribadi dalam proses DFD.
Kadangkala melibatkan orang luar, seperti pelanggan atau vendors.

3. Keuntungan metode interview.
Pewawancara dapat mengukur respon melalui pertanyaan dan menyesuaikannya sesuai situasi yang terjadi.
Baik untuk permasalahan yang tidak terstruktur, seperti mengapa anda berpikir hal ini dapat terjadi ?.
Menunjukkan kesan interviewer secara pribadi.
Memunculkan respons yang tinggi sejak penyusunan pertemuan.

4. Kerugian metode interview.
Membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Membutuhkan pelatihan dan pengalaman khusus dari pewawancara.
Sulit membandingkan laporan wawancara karena subyektivitas alamiah.

5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
Mendapatkan penjelasan atau pandangan dari personel kunci.
Test kredibilitas dari interviewees.
Mencari interview yang unsureness atau contradictions.
Memantapkan kredibilitas team.
Beberapa faktor penting dalam interview yang baik, yaitu objektives, audience, format, weighting dan
combining responses, and docummentation.

Kuisioner (Questionnaires)

1. Bagaimana metode itu digunakan.
Mendisain dengan menggunakan standar kuesioner.
Kuesioner dikirimkan ke lingkungan kerja end-users.
Struktur respon diringkas dalam statistik distribusi.

2. Target dari metode questionnaires.
Semua end-user dengan wawasannya akan dilibatkan dalam proses solusi pemecahan sistem.
End-user dihubungkan dengan proses pemakaian simbol-simbol dalam DFD.

3. Keuntungan metode questionnaires. Murah dan cepat dari pada interviews.
Tidak membutuhkan investigator yang terlatih (hanya satu ahli yang dibutuhkan untuk mendesain kuesioner untuk end-user yang terpilih).
Mudah untuk mensintesis hasil sejak pembuatan kuesioner.
Dengan mudah dapat meminimalkan biaya untuk semua end-user.

4. Kerugian metode questionnaires.
Tidak dapat membuat pertanyaan yang spesifik bagi end-user.
Analis kurang melibatkan kesan sehingga tidak dapat menampakkan pribadi end-user.
Tanggapan yang rendah karena tidak adanya dorongan yang kuat untuk mengembalikan questioner.
Tidak dapat menyesuaikan pertanyaan ke end-user secara spesifik.

5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
Pertanyaannya sederhana, dan tidak memiliki arti mendua.
Membutuhkan wawasan yang luas dari end-user.
Bila memiliki sedikit waktu dan biaya.

Observasi (Observation)

1. Bagaimana metode itu digunakan.
Secara pribadi seorang analis mengunjungi lokasi pengamatan.
Analis merekam kejadian dalam lokasi pengamatan, termasuk volumen dan pengolahan lembar kerja.

2. Target dari metode.
Lokasi proses secara geografis ditunjukkan dalam DFD (Data Flow Diagram)

3. Keuntungan metode.
Mendapatkan fakta records daripada pendapat (opinion).
Tidak membutuhkan konstruksi pertanyaan.
Tidak menganggu atau menyembunyikan sesuatu (end-users tidak mengetahui bahwa mereka sedang diamati).
Analis tidak bergantung pada penjelasan lisan dari end-users.

4. Kerugian metode.
Jika terlihat, analis mungkin mengubah operasi (end-user merasa diamati).
Dalam jangka panjang, fakta yang diperoleh dalam satu observasi mungkin tidak tepat (representative) dalam kondisi harian atau mingguan.
Membutuhkan pengalaman dan kehlian khusus dari analis.

5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
Membutuhkan gambaran kuantitatif seperti waktu, volume dan sebagainya.
Kecurigaan bahwa end-user mengatakan suatu kejadian yang sebenarnya tidak terjadi (dibuat-buat).
Tips praktis dalam melakukan observasi :
Jangan mengamati dalam waktu yang lama.
Terdapat dua alasan, yaitu : dengan waktu yang lama akan mengacau operasi yang sedang diamati, dan akan membiaskan permasalahan yang sebenarnya.
Buat catatan yang ringkas.
Sebelum observasi, beritahukan kepada supervisor dan pemakai yang terlibat tentang apa yang akan dikerjakan dan mengapa dikerjakan, sehingga akan mengurangi gangguan.
Gunakan checklist yang singkat tentang informasi yang dibutuhkan bersama.
Jangan melakukan observasi tanpa rencana

Prosedur analisis (Procedure Analysis)

1. Bagaimana metode itu digunakan.
Dengan prosedur operasi dapat mempelajari dan mengidentifikasikan aliran dokumen kunci melalui sistem informasi, yaitu dengan data flow diagram (DFD). Setiap aliran dokumen kunci menjelaskan prosedur operasi sistem. Melalui observasi, analis mempelajari kenyataan daripada mendeskripsikan volume distribusi (tinggi, rendah, sedang) dan apa yang selanjutnya dikerjakan terhadap salinan dari dokumen aslinya.

2. Target dari metode.
Dokumen utama dalam DFD (Data Flow Diagram)
Proses dalam DFD.

3. Keuntungan metode.
Evaluasi prosedur dapat dikerjakan dengan campur tangan (interferences) yang minimal dan tidak mempengaruhi operasi pemakai.
Prosedur aliran dapat menjadi sebuah struktur checklist untuk melakukan observasi.

4. Kerugian metode.
Prosedure mungkin tidak lengkap dan tidak -up to date lagi.
Mempelajari bagan aliran dokumen membutuhkan waktu dan keahlian analis.

5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
Memutuskan apakah masalah kegagalan sistem dapat membantu perancangan yang baik.
Tim analis tidak secara total familiar dengan aliran dokumen.
Mendeskripsikan aliran dokumen yang menganggu kerjanya fungsi.

Pengamatan dokumen (Document Survey)

1. Bagaimana metode itu digunakan.
Mengidentifikasikan dokumen utama dan laporan (physical data flow diagram).
Mengumpulkan salinan dokumen aktual dan laporan.
Setiap dokumen atau laporan, digunakan untuk record data, meliputi field (ukuran dan tipe),
frekuensi penggunaan dan struktur kodingnya (coding structure).

2. Target dari metode.
Aliran data kunci ditunjukkan dalam data flow diagram (DFD).

3. Keuntungan metode.
Meminimalkan interupsi dari fungsi operasionalnya.
Permulaan elemen kamus data.
Seringkali, dapat mempertimbangkan modifikasi major procedural.

4. Kerugian metode.
Membutuhkan waktu yang cukup (terdapat organisasi bisnis yang mengalami kebanjiran dokumen dan laporan).

5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
Harus dikerjakan jika sebuah sistem akan didesain (selama kegiatan analisis, dalam memperjelas desain sistem yang baru dan analisis dokumen dapat membantu untuk menentukan tugas perancangan selanjutnya).
Merencanakan jadual penelitian

Langkah kedua dari tahap analisis sistem dapat terdiri dari beberapa tugas yang perlu dilakukan, yaitu sebagai
berikut ini :
· Menentukan jenis penelitian
Merencanakan jadwal penelitian
Mengatur jadwal wawancara
Mengatur jadwal observasi
Mengatur jadwal pengambilan sampel
Membuat penugasan penelitian
Membuat agenda wawancara
Mengumpulkan hasil penelitian

Analyze, Yaitu Menganalis Sistem
Menganalisis kelemahan Sistem
Menganalisis Distribusi Pekerjaan
Menganalisis Pengukuran Pekerjaan
Menganalisis Keandalan
Menganalisis Dokumen
Menganalisis Laporan
Menganalisis Teknologi
Menganalisis kebutuhan Informasi pemakai / manajemen

Walaupun menganalisis kelemahankelemahan dan permasalahan-permasalahan yang terjadi merupakan tugas yang perlu, tetapi tugas ini saja belumlah cukup. Tugas lain dari analis sistem yang masih diperlukan sehubungan dengan sasaran utama sistem informasi, yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakainya perlu dianalisis.
Report, Yaitu membuat laporan hasil analisis. Tujuan :
- Pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan

- Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen
- Meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen

- Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan Selanjutnya

- Akurat berarti valid, yaitu data tersebut benar-benar mengukur dengan sebenarnya apa yang harus diukur. Misalnya, data tentang jumlah kemiskinan harus dapat menggambarkan kemiskinan yang ada di daerah tersebut.

-Data yang akurat tidak hanya diartikan dari sisi pengadaannya, melainkan juga dari sisi penyajiannya, yaitu bagaimana data tersebut ditampilkan. Oleh karena itu, perlu ada format standar.

sumber

Jumat, 05 Agustus 2016

Ganggang Api Penyebab Air Laut Menyala Pada Malam Hari




Ganggang api disebut juga dinoflagellata. Umumnya bersel satu, dapat bergerak aktif, dan dapat berfotosintesis karena mempunyai pigmen klorofil dan coklat kekuning-kuningan. Pada tahap tertentu dalam siklus hidupnya bersifat parasit.

Habitatnya di laut, bersifat fosforesensi (memancarkan cahaya), sehingga lautan akan terlihat bercahaya pada malam hari jika terdapat organisme ini. Contoh ganggang api adalah Gymnodinium breve, Noctiluca scintillans, dan Peridium. Noctiluca scintillans atau disebut juga Sea Sparkle, merupakan jenis dinoflagelata yang memiliki bioluminescence (kemampuan mengeluarkan cahaya secara alami). Bioluminescence ini diproduksi oleh luciferin-luciferase system yang terletak di ribuan organel-organel berbentuk bola atau “microsources”, lokasinya berada di sitoplasma pada protista bersel tunggal. Ukuran dari organisme ini sekitar 200 hingga 2,000 µm.




Ganggang yang mempunyai sistem Bioluminescence. Bioluminescence adalah pembentukan dan pemancaran cahaya oleh makhluk hidup. Bioluminescence biasanya terbentuk karena reaksi kimia yang dihasilkan oleh makhluk hidup. Reaksi kimia tersebut bisa terjadi baik di dalam sel, maupun di luar sel. Bioluminescence bisa ditemui pada bermacam-macam hewan laut dalam, beberapa jenis serangga, cacing, keong, mikroorganisme, dan juga jamur, kunang-kunang menyala. Kata bioluminescence terdiri dari dua bahasa, bio (=hidup, Yunani) dan lumen (=cahaya, Latin). Bioluminescence adalah salah satu bentuk pemancaran cahaya, yang menghasilkan cahaya dingin. Hanya 20% dari total cahaya yang menghasilkan panas. Jadi, karakteristik bioluminescence berbeda dengan flourescence ataupun phosphorescence.

Berikut klasifikasi Noctiluca scintillans
Domain:     Eukaryota
Kingdom:    Chromalveolata
Phylum:     Dinoflagellata
Class:     Noctiluciphyceae
Order:     Noctilucales
Family:     Noctilucaceae
Genus:     Noctiluca
Species:     N. scintillans


Karena tidak dapat berfotosintesis (heterotrophik), Noctiluca scintillans hidup dengan memakan plankton, dinoflagelata, telur ikan, dan bakteri dengan cara fagositosis. Diatom jenis Thalassiosira sp. diketahui menjadi makanan favorit organisme ini. Noctiluca scintillans dapat ditemukan di seluruh dunia terutama di pantai, estuari, dan daerah dangkal di continental shelf yang memiliki lingkungan yang cocok untuk perkembangan organisme tersebut.


sumber

Aroma Hujan

Bagi sebagian orang, aroma hujan yang khas bisa menenangkan dan terkadang membuka memori lama akan kenangan indah yang pernah dialami saat hujan  datang. Aroma hujan yang sangat menenangkan tersebut ternyata disebabkan oleh suaru bakteri penghasil spora yang tidak berbahaya.

Aroma hujan terkadang menimbulkan rasa tenang bagi sebagian orang dan mengingatkan akan kenangan lama, entah itu dari suara rintikannya yang khas mampu membuka memori lama akan peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu, aroma hujan seolah-olah membawa kehadirannya kembali.


SEBENARNYA DARI MANAKAH AROMA HUJAN ?

Air biasanya tidak punya aroma jika tidak dipengaruhi fakotr tertentu. Hal yang sama berlaku untuk hujan. Dilihat dari situs Howstuffworks.com, hujan memiliki aroma karena bakteri yang bernama Actinomycetes. Bakteri Actinomycetes tumbuh di tanah yang memiliki kondisi lembab dan hangat. Ketika tanah mengering (biasanya akibat kemarau panjang), bakteri ini akan menghasilkan spora tanah.


Katika hujan turun, spora itu akan menjadi basah dan terlempar ke udara. Spora ini tidak berbahaya, karena dia bisa dikatakan mirip penyegar udara. Aroma spora itulah yang sangat khas, seolah-olah menjadi aroma hujan. Kabar baiknya, spora ini ditemukan hampir di seluruh dunia. Tidak heran jika saat hujan pertama turun setelah musim kemarau panjang, aroma hujan jadi lebih tajam dan menenangkan.


AROMA HUJAN TIDAK SELALU MENENANGKAN

Kondisinya akan berbeda antara di wilayah dan daerah perkotaan yang padat penduduknya sehingga tidak menyisakan ruang hijau yang cukup.

Beruntung jika Anda tinggal di pinggiran kota atau di wilayah yang masih memiliki  kawasan hijau. Jika Anda tinggal di kota besar dengan polusi tinggi, akan sangat langka mencium aroma hujan. Bahan kimia akibat polusi udara bisa membuat air hujan cenderung bersifat asam. Reaksi ini membuat aroma hujan jadi tidak terlalu enak bahkan membaut air hujan menjadi tidak sehat jika dikonsumsi langsung.


refrensi

Kamis, 19 Mei 2016

Face Recognition

Pengertian Face Recognition

Face recognition adalah teknologi dari komputer yang memungkinkan kita untuk mengidentifikasi atau memverifikasi wajah seseorang melalui sebuah gambar digital. Caranya ialah dengan mencocokkan tekstur lekuk wajah kita dengan data wajah yang tersimpan di database. Misalnya mencocokkan lekuk hidung, mata, dagu dsb.



Face perception a.k.a face recognition adalahproses ‘mengenali wajah’ dimana otak dan pikiran berusaha menginterpretasi (memahami dan menafsirkan) wajah yang ada di hadapannya, terutama wajah manusia. Proporsi dan ekspresi wajah manusia dinilai penting untuk identifikasi awal mengenai kecenderungan emosional, kualitas kesehatan, ataupun beberapa informasi sosial. Namun walaupun belum ada bukti nyata mengenai keterampilan ‘pengenalan wajah’ ini, kita bisa melihat adanya kecenderungan bawaan lahir dari bayi untuk memperhatikan wajah orang-orang penting di sekitarnya. Awal pengalaman bayi terkait dengan perkembangan persepsi visual dan komunikasi pra-verbal, yang hingga saat ini baru terbuktikan dengan adanya aktivitas otak di area tertentu. Aktivitas ini semakin kompleks seiring dengan pertambahan usia si bayi. Berikutnya, bayi yang berkembang menjadi manusia dewasa ini menjadi terbiasa dengan [menilai] wajah dalam interaksi sosial, meski persepsi kompleks terhadap ekspresi wajah yang melibatkan beberapa area di otak sekaligus ini seringkali tidak tepat, karena hanya menilai berdasarkan pola wajah ‘umum’ yang biasa dihadapinya. Selain masalah generalisasi persepsi tersebut, adakalanya otak pun mengalami gangguan tertentu dalam memahami ‘bahasa’ wajah (orprosopagnosia).

Algoritma yang digunakan untuk melakukan tracking posisi wajah adalah algoritma CamShift yang menggunakan faktor warna sebagai dasar pelacakannya. Setelah objek wajah dapat di-track dan dideteksi dengan jelas, baru kemudian dilakukan proses pengenalan wajah dengan menggunakan algoritma Embedded Hidden Markov Models.
Ciri-ciri pengenalan citra wajah 3 dimensi, pertama harus mengambil pertimbangan bentuk dengan bentuk frontal (dari garis depan) untuk dinormalisasi. Selanjutnya titik-titik khusus pada wajah seperti hidung, mata, dan mulut dideteksi. Kedalaman hidung, luas hidung dan volume hidung dihitung berdasarkan longitudinal section dan transection. Interval mata dan kedalaman mulut juga dihitung. Akhirnya wajah dibagi-bagi menjadi 12 bagian. L1 ditentukan untuk membandingkan 2 feature vektor yang digunakan, karena sederhana dan konsisten. Hasil dari eksperimen, metoda yang diajukan dapat mengenali sampai 95,5 % untuk longitudinal section dan transection.


Cara Kerja Face Recognition System

Seperti yang telah disinggung di atas, pada dasarnya Sistem Pengenalan Wajah bekerja dengan cara mengambil data wajah digital (sebuah citra atau frame pada video) dan membandingkannnya dengan data wajah yang tersimpan di dalam basis data. Pada dasarnya, sebuah system pengenalan wajah harus mampu untuk membedakan wajah dengan latar belakang citra.

Selain membedakan wajah dengan latar belakang, system pengenalan wajah juga harus mampu untuk membedakan fitur-fitur tertentu dari sebuah wajah antara lain:

- Jarak antara mata
- Lebar hidung
- Kedalaman kelopak mata
- Bentuk tulang pipi
- Panjang garis rahang




Face Recognition 3D

Penggunaan model 3D dalam software face recognition diklaim memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi. Face recognition 3D ini menangkap foto permukaan wajah manusia secara 3D. Software ini mengenali bagian-bagian khusus pada wajah manusia, yakni jaringan otot dan tulang wajah yang menonjol, seperti bentuk cekungan mata, hidung, dan dagu. Face recognition 3D ini dapat mengenali wajah manusia dalam kegelapan dan dari sudut pandang yang berbeda, hingga 90 derajat. Adapun urutan langkah-langkah software ini dalam mengenali wajah manusia, antara lain :

Deteksi – pengambilan foto wajah manusia yang dilakukan dengan men-scan foto 2D secara digital, atau menggunakan video untuk mengambil foto wajah 3D.
Penjajaran – saat berhasil mendeteksi wajah, software akan menentukan posisi, ukuran, dan sikap kepala. Software 3D mampu mengenali foto wajah hingga 90 derajat, sementara pada software 2D, posisi kepala harus menghadap kamera paling tidak 35 derajat.
Pengukuran – software mengukur lekukan yang ada di wajah menggunakan skala sub-milimeter (microwave), dan membuat template.

Representasi – template tersebut diterjemahkan ke dalam sebuah koe unik, yang merepresentasikan setiap wajah.

Pencocokan – jika foto wajah yang telah direpresentasikan dan ketersediaan foto wajah dalam database sama-sama 3D, proses pencocokan dapat langsung dilakukan. Namun, saat ini masih ada tantangan untuk mencocokkan represenntasi 3D dengan database foto 2D. Teknologi baru kini tengah menjawab tantangan ini. Ketika foto wajah 3D diambil, software akan mengidentifikasi beberapa titik (biasanya tiga titik) antara lain mata bagian luar dan dalam, serta ujung hidung. Berdasarkan hasil pengukuran ini, software akan mengubah gambar 3D menjadi 2D, dan membandingkannya dengan gambar 2D yang ada dalam database.

Verifikasi atau Identifikasi – verifikasi adalah pencocokkan satu berbanding satu, misalnya foto wajah yang diambil dicocokkan dengan database dari DPO kasus perampokan. Software akan langsung memeberitahukan identitas DPO tersebut. Sedangkan identifikasi adalah pembandingan foto wajah yang diambil dengan seluruh gambar yang memiliki kemiripan dalam database, termasuk DPO dari kasus lain.

Analisis Tekstur Wajah – kemajuan dalam software face recognition adalah penggunaan biometric kulit, atau keunikan tekstur kulit untuk meningkatkan akurasi hasil pencocokkan. Namun, terdapat beberapa factor yang menyebabkan proses analisis tekstur ini tidak dapat bekerja, misalnya pantulan cahaya dari kacamata, atau foto wajah yang menggunakan kacamata matahari. Faktor penghambat analisis lainnya adalah rambut panjang yang menutupi bagian tengah wajah, pencahayaan yang kurang tepat (yang mengakibatkan foto wajah menjadi kelebihan atau kekurangan cahaya), serta resolusi yang rendah (foto diambil dari kejauhan).

sumber :
http://soulofmyheart.blogspot.co.id/2009/04/cara-kerja-face-recognition.html
https://www.scribd.com/doc/91368597/Face-Recognition
https://harryteguh.wordpress.com/2009/11/19/sistem-pengenalan-wajah-face-recognition-system/

Jaringan Komputer


Pengertian jaringan

Jaringan komputer (computer network) atau sering disingkat jaringan saja adalah hubungan antara dua atau lebih komputer dengan tujuan untuk melakukan pertukaran data untuk bagi pakai perangkat lunak, perangkat keras, dan bahkan berbagi kekuatan pemrosesan.(Anwari. 2014)


Manfaat penggunaan jaringan komputer

Berikut ini merupakan manfaat utama dari jaringan komputer :

1. Media Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar pengguna, baik untuk untuk mengirim pesan maupun informasi yang penting lainnya. Misalnya, ketika memberikan pengumuman rapat, pemimpin perusahaan tidak perlu mengirim surat kepada seluruh stafnya. Pemimpin perusahaan cukup mengirim undangan jaringan komputer yang ada.

2. Berbagi sumber daya
Resource sharing atau berbagi sumber daya, yaitu Jaringan komputer dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk membagi sumber daya yang ada. Sumber daya  tersebut dapat berupa perlengkapan komputer, seperti printer, maupun sumber daya yang berupa data-data, file-file,dan program-program.

3. Reliabilitas tinggi
High reliability atau Reliabilitas tinggi, artinya sistem Informasi Manajemen dan kemanan data terpadu dapat diterapkan karena setiap komputer client bisa dikendalikan dari satu tempat  melalui aplikasi Remote Acces client. Dengan demikian,apa bila salah satu komputer rusak dan data-data yang disimpan didalamnya hilang,kita masih dapat menggunakan data yang disimpan di komputer lain.

4. Menghemat uang
Saving Money atau menghemat uang, penghematan biaya pengeluaran untuk pembelian hardware bisa diperkecil karena peralatan feripheral bisa dipakai bersama. Dengan adanya jaringan komputer, satu buah printer dapat digunakan oleh beberapa orang, sehingga perusahaan tidak perlu membeli printer untuk setiap karyawan. Dengan demikian, jaringan komputer yang dibangun dapat menghemat biaya yang dikeluarkan.

5. Keamanan Data
Sistem Jaringan Komputer dapat memberikan perlindungan terhadap data. Karena pemberian dan pengaturan hak akses kepada para pemakai, serta teknik perlindungan terhadap harddisk sehingga data mendapatkan perlindungan yang efektif.(Hasibuan. 2015)



Klasifikasi jaringan

Berdasarkan jangkauannya, jaringan di bagi menjadi tiga jenis yaitu LAN, MAN, dan WAN

A.   Local Area Network (LAN)
LAN adalah jaringan komputer yang mencakup area dalam satu ruang, gedung, atau beberapa gedung yang berdekatan. Sebagai contoh, jaringan dalam kampus yang terpadu atau di sebuah lokasi perusahaan tergolong LAN.

LAN umumnya menggunakan media transmisi berupa kabel (UTP, kabel koaksial, ataupun serat optik). Namun, ada juga yang tidak menggunakan kabel dan disebut sebagai Wireless LAN (WLAN). Kecepatan LAN berkisar dari 10 Mbps sampai 1 Gbps.

Menurut tipenya LAN dapat berupa client/server atau peer to peer.
(a)  Client / server
Client/server adalah suatu model jaringan yang memiliki client dan server. Client adalah komputer yang meminta layanan (bisa berupa data atau perangkat seperti printer) sedangkan server adalah komputer yang bertindak untuk melayani permintaan client. Fungsi server sendiri sebenarnya berupa perangkat lunak yang dijalankan pada perangkat keras yang umumnya berupa komputer. Beberapa contoh fungsi server yaitu file server, print server, web server, dan mail server. File server menangani berkas yang dapat diakses oleh client. Print server bertindak sebagai pengontrol printer yang dapat digunakan oleh client. Web server menangani halaman-halaman web yang diakses oleh browser. Mail server menangani surat elektronis.

(b)  Peer to peer
Peer to peer menyatakan model jaringan yang memberikan kedudukan yang sama terhadap semua komputer. Tak ada yang bertindak sebagai server ataupun client secara eksplisit. Oleh karena itu tidak ada media penyimpana yang bersifat global; dalam arti dipakai oleh sejumlah komputer. Pada model seperti ini, dua komputer dapat berhubungan secara langsung tanpa bergantung pada server. Model ini lebih murah daripada client/server, tetapi hanya dapat berjalan efektif kalau jumlah komputer tidak lebih dari 25 buah (wiliam dan Sawyer, 3002, hal.297).

B.   Metropolitan Area Network (MAN)
MAN adalah jaringan yang mencakup area satu kota atau dengan rentang 10 – 45 km. jaringan yang menghubungkan beberapa bank yang terletak dalam satu kota atau kampus yang tergolong dalam beberapa lokasi tergolong sebagai MAN. Jaringan seperti ini umumnya menggunakan media transmisi dengan mikrogelombang atau gelombang radio. Namun, ada juga yang menggunakan jalur sewa (leased line).

C.   Wide Area Network (WAN)
Jaringan yang mencakup antarkota, antarprovinsi, antarnegara, dan bahkan antarbenua disebut dengan WAN. Contoh WAN adalah jaringan yang menghubungkan ATM (Automativ Teller Machine). Contoh lain adalah Internet.


Topologi jaringan
Topologi jaringan adalah hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan yaitui node link dan station. Topologi menggambarkan bagaimana perangkat-perangkat (devices) saling berhubungan dan bagaimana bentuk hubungan (links)nya. Perangkat yang dimaksud disini, dalam terminologi jaringan biasa disebut dengan nodes dan bisa berupa apapun seperti PC, printer, scanner, HUB, dan lainnya yang saling berhubungan secara fisik. Sedangkan links menggambarkan bentuk hubungan secara logik, apakah langsung antar devices, melalui satu atau beberapa HUB, atau lainnya.(Alfarisy. 2014)

Berdasarkan fungsinya topologi jaringan dibagi menjadi dua yaitu topologi jaringan fisik dan topologi logik.

I. Topologi Jaringan Fisik
Topologi jaringan fisik menyatakan susunan jaringan komputer secara fisik dalam suatu jaringan. Berbagai topologi jaringan yaitu, bintang, cincin, bus, pohon, lengkap, dan tak beraturan. Secara sekilas model untuk keseluruhan topologi ini dapat dilihat pada gambar berikut ini.

1.    Topologi bintang (star)
Pada topologi ini terdapat komponen yang bertindak sebagai pusat pengontrol. Semua simpul yang hendak berkomunikasi selalu melalui pusat pengontrol tersebut. Dalam hal ini pusat pengontrol berupa hub atau switch.



(a)  Kelebihan topologi bintang :
Mudah dikelola dan dihubungkan (penyebab kegagalan mudah untuk diketahui).
Kegagalan pada sebuah komputer tidak berpengaruh pada seluruh jaringan.
(b)  Kelemahan topologi bintang
Kegagalan pada pusat pengontrol akan menyebabkan kegagalan jaringan secara keseluruhan.
Jika pusat pengontrol berupa hub (bukan berupa switch), kecepatan transmisi menjadi lambat.

2.    Topologi Cincin (Ring)
Topologi cincin mirip dengan topologi bus. Infromasi dikirim oleh sebuah komputer akan dilewatkan ke media transmisi, melewati satu komputer ke komputer berikutnya.



- Keuntungan dari cincin topologi jaringan komputer dalam proses instalasi dan kemudahan instalasi, gunakan sedikit jumlah kabel lan sehingga akan menghemat biaya.
- Kelemahan toplogi cincin terletak pada kegagalan salah satu simpul. Jika ada satu saja simpul yang mengalami kegagalan, maka semua hubungan terputus.

3.    Topologi Bus (Linier)
Pada topologi bus semua simpul (umumnya komputer) dihubungkan melalui kabel yang disebut bus. Kabel yang digunakan adalah kabel koaksial. Jika seorang pemakai mengirimkan pesan ke seorang pemakai lain maka pesan tersebut akan melalui bus. Setiap komputer perlu membaca alamat dan pesan. Sekiranya alamat pada pesan cocok dengan alamat komputer pembaca, komputer tersebut akan segera mengambil pesan tersebut.




(a)  Topologi bus mempunyai kelemahan :
Jika kabel utama (bus) putus, maka semua komputer tidak bisa saling berhubungan.
Jika kabel utama sangat panjang dan terdapat gangguan, pencarian penyebab masalah menjadi sangat sulit.
Jika banyak komputer yang aktif (mengirimkan pesan) akan sering terjadi tabrakan sehingga kecepatan pengiriman data menjadi berkurang.
(b)  Kelebihan topologi bus
Instalasi mudah
Biaya murah
Topologi bus biasanya digunakan untuk LAN dengan jumlah komputer yang sedikit. Misalnya dapat digunakan pada warnet.

4.    Topologi Pohon (Tree)
Topologi pohon sebenarnya merupakan pengembangan dari topologi bintang, dengan satu simpul menjadi pengontrol bagi sejumlah simpul yang berada di bawahnya. Contoh model ini seperti pada gambar berikut ini.




Topologi ini biasanya digunakan pada LAN mengingat kemudahan untuk melakukan ekspansi dan mengurangi keruwetan kabel. Dengan menggunakan sebuah hub tambahan, sejumlah komputer (atau peranti yang lain) dapat dihubungkan dengan mudah.


B. Topologi Logik
Dilihat dari metode acces, topologi jaringan terdiri dari :
A.   Ethernet
Dikembangkan Xerox Corp. pada tahun 70-an dan menjadi populer pada tahun 80-an kerena diterima sebagai standar IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineers). Ethernet berdasarkan broadcast network, dimana setiap node menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh sebuah node menggunakan metode CSMA/CD (carrier sense multiple acces/collision detection) baseband.

Cara kerja ethernet :
Sebelum mengirimkan paket data, setiap node melihat apakah network juga sedang mengirimkan paket data. Jika network busy node akan menunggu sampai tidak ada sinyal lagi yang dikirim oleh network.Jika network sepi barulah node itu mengirimkan paketnya. Jika pada saat yang sama terdapat 2 node yang mengirimkan data, maka terjadi collision. Jika terdapat collision kedua node mengirimkan sinyal jam ke nerwork dan semua node berhenti mengirimkan paket data dan kembali menunggu dan mengirimkan data. Paket yang mengalami collsion akan dikirimkan kembali saat ada kesempatan. Kecepatan 10 mbps dan menurun seiring semakin banyaknya node yang terpasang semakin banyak pula kemungkinan tabrakan. Jika dilihat dari kecepatannya, Ethernet terbagi menjadi empat jenis yaitu sebagai berikut :
10 Mbit/detik, yang sering disebut ethernet saja (standar yang digunakan 10Base2, 10Base5, 10BaseT, 10BaseF).
100 Mbit/detik, yang sering disebut Fast Ethernet (standar yang digunakan 100BaseFX, 100BaseT, 100BaseT4, 100BaseTX).
1000 Mbit/detik atau 1 Gbit/detik, yang sering disebut Gigabit Ethernet (standar yang digunakan : 1000BaseCX, 100 BaseLX, 1000BaseSX, 1000BaseT).
10000 Mbit/detik atau 10 Gigabit. Standar ini belum banyak diimplementasikan.
B.   Token Ring
Berdasarkan standar IEE 802.5 yang dikembangkan IBM untuk menghindari collision tidak menggunakan collision detection melainkan token passing scheme, token passing sceheme dapat dijelaskan secara sederhana : sebuah token bebas mengalir pada setiap node melalui network. Saat sebuah node ingin mengirimkan paket , node itu meraih dan melekatkan frame atau paketnya ke token. Sekarang token itu tidak dapat digunakan lagi oleh node lalin sampai data mencapai tujuannya. Jika telah sampai token dilepaskan oleh originating station. Token mengalir di networ dalam satu arah dan setiap station di poll satu per satu (kecepatannya 4 mbps dan 16 mbps).

Spesifikasi asli dari standar token ring adalah kemampuan pengiriman data dengan kecepatan 4 mbps/detik dan kemudian ditingkatkan menjadi 16 mbps/detik. Pada jaringanring ini semua node terhubung harus beroperasi pada kecepatan yang sama. Implementasi yang umum terjadi adalah dengan menggunakan ring 4 mbps/detik sebagai penghubung antarnode sementara ring 16 mbps/detik digunakan untuk backbone jaringan.

Meskipun token ring lebih cepat superior dalam berbagai segi. Token ring kurang begitu diminati mengingat biaya implementasinya lebih tinggi dibandingkan dengan ethernet.

C.   ARC net
Dikembangkan datapoint pada tahun 70-an dan dipolulerkan oleh Standar Microsystem Inc., menggunakan prinsip token passing scheme dan broadcast. Prinsip kerjanya secara sederhana dengan melewatkan token ke setiap node yang memiliki nomor broadcast tertentu kecepatannya 2.5 mbps dan 20 mbps, implementasi menggunakan kabel coax RG 62. Card network ARC net lebih murah daripada card Ethernet. Tetapi sekarang kartu ini hampir jarang digunakan. Biasanya topologi yang digunakan topologi fisik star dan tidak dapat bekerja pada satu bus sehingga jarang digunakan pada internet working unix.dos.

ARCnet topologi adalah kombinasi star dan bus. Jenis kabel adalah RG 62 A/U koaksial (93 ohm), UTP atau serat optik. Sebuah jaringan bisa menggunakan kombinasi dari media ini. Konektor yang digunakan meliputi BNC, RJ 45 dan yang lainnya. Panjangnya segmen maksimum 600 meter dengan serat optik, dan 30 meter dari satu pusat (hub) pasif. Mungkin menggunakan pusat (hub) aktif dan pasif. Spesifikasi adalah ANSI 878.1. Itu dapat mempunyai kecepatan sampai dengan 225 titik setiap jaringan. Kecepatan adalah 2.5 Mbps. ARCnet Plus telah mengoperasikan kecepatan mendekati 20 Mbps.

D.   FDDI
FDDI (Fiber Distributed Data Interchange) adalah standar komunikasi data menggunakan kabel serat optik, bekerja berdasarkan dua ring konsentrik, masing-masing berkecepatan 1200mbps, dengan menggunakan token passing scheme. Salah satu ring dapat berfungsi sebagai backup atau menjadi pengirim saja (mengirim dan menerima data dalam arah berbeda), jumlah bisa mencapai 1000 node dengan jarak sampai dengan 200 km. FFDI tidak kompatibel dengan ethernet namun ethernet dapat dienkapsulasi dalam paket FFDI, FFDI bukan merupakan standar IEEE.



Sumber : 
https://www.utopicomputers.com/pengertian-fungsi-serta-jenis-jaringan-komputer/
http://www.mediapustaka.com/2014/08/makalah-jaringan-komputer.html
www.sulaidihasibuan.com/2015/04/manfaat-jaringan-komputer.html
http://ahmadarib.com/topologi-jaringan-komputer-penjelasan-pengertian-jenisnya.html
http://www.pc24.co.id/article/category23_1.htm
http://www.dosenpendidikan.com/10-macam-macam-topologi-jaringan-komputer/

Rabu, 13 April 2016

Contoh Skripsi Sistem Informasi

SISTEM INFORMASI PENJUALAN ARLOJI BERBASIS WEB (STUDI KASUS PADA CV.SINAR TERANG - SEMARANG) oleh N.Candra Apriyanto

1. Abstrak
Perkembangan dunia internet sangat diharapkan untuk masa sekarang ini karena
semakin banyak perusahaan swasta, instansi dan institusi pendidikan sangatlah tinggi
akan kebutuhannya untuk dijadikan layanan informasi. Dalam penelitian ini akan
mencoba membuat Sistem Informasi Penjualan Arloji Berbasis Web yang beralamatkan
di Toko Sinar Terang-Semarang saat ini masih menggunakan sistem penjualan secara
manual. Diantara faktor yang terkait dari sistem manual tersebuat adalah kurangnya
informasi secara luas, sistem analisis penjualan yang kurang efisien dan beberapa faktor
lainnya.
Metode yang digunakan dalam perancangan dan pembuatan perangkat lunak ini
adalah metode Waterfall, bahasa pemrograman yang digunakan sebagai server-side
scripting adalah PHP 5.2.2, HTML, dan Flash MX sebagai efek multimedia. Cascading
Style Sheet (CSS) sebagai representasi content, Macromedia Dreamweaver MX, database
MySQL sebagai penyimpanan data.
Penelitian ini akan menghasilkan suatu Sistem Informasi Penjualan Arloji
Berbasis Web pada CV.Sinar Terang–Semarang yang memiliki interface sesuai sehingga
dapat memberikan informasi secara luas dan bisa mempermudah proses transaksi
penjualan arloji secara praktis.

2. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan sistem informasi penjualan arloji
berbasis web pada CV.Sinar Terang-Semarang.

3. Manfaat penelitian
Manfaat dari penelitian ini bagi CV.Sinar Terang diantaranya adalah memperluas
jaringan promosi, meningkatkan pelayanan terhadap user, mepermudah dan
mempercepat transaksi antara pihak CV.Sianr Terang dengan user.

4. Metodelogi Penelitian
Metodologi yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi ini adalah
metode Waterfall dengan tahapan antara lain :
1. Rekayasa
2. Analisis
3. Desain
4. Implementasi
5. Pengujian
6. Pemeliharaan
Pembuatan sistem ini pada tahap pengujian dimana sistem di up-loading ke browser
dengan menggunakan web server apache.

5. Teori yang digunakan
- E-commerce
- DFD
- ERD
- Struktur Navigasi
- MYSQL
- PHP
- HTML


6. Hasil Penelitian


















7. Kesimpulan
Dari proses analisis, perancangan dan implementasi yang dilakukan pada bab-bab
sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Telah dihasilkan suatu Sistem Informasi Penjualan Arloji Berbasis Web Pada
CV.Sinar Terang-Semarang.
2. Sistem yang dibangun dapat menampilkan secara online tentang layanan dan produk
CV.Sinar Terang secara luas.


sumber : skripsi yang dibuat oleh N.Candra Apriyanto yang berjudul SISTEM INFORMASI PENJUALAN ARLOJI BERBASIS WEB (STUDI KASUS PADA CV.SINAR TERANG - SEMARANG)

Minggu, 10 April 2016

Tugas Bahasa Indonesia 2 : Jenis Karangan

Karangan adalah suatu karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami.

ada lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian, yaitu :

  1. Narasi
  2. Deskripsi
  3. Eksposisi
  4. Argumentasi
  5. Persuasi


1. Narasi
Bentuk karangan yang isinya cerita atau kisah sesuatu (orang atu hewan) secara kronologis.

Contoh narasi :
Saat aku dan teman - temanku dalam perjalanan ke sekolah, kami melihat Doni yang sedang berjalan sangat sangat cepat. Dia tampak seolah-olah dikejar sesuatu, meskipun itu masih di pagi hari. Merasa penasaran, kami mengikutinya dari belakang. Tapi kami sangat terkejut karena Doni tidak pergi ke sekolah. Kami juga merasa curiga karena perilakunya. Lalu kami memanggilnya, dan saat itu wajah Doni tampak sangat gugup dan takut. Kemudian, kami tahu bahwa ia ingin bolos hari itu dari sekolah. Setelah kami nasihati, Doni pun membatalkan niat nya untuk bolos dan pergi ke sekolah bersama kami.


2. Deskripsi
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.

Contoh :
Saat aku masuk ke kamar kos temanku Doni,terlihat jelas ruangan ini seperti kapal pecah. Di tempat tidur terdapat buku-buku, lembaran kertas, bungkus rokok, dan celana kumal tergeletak berserakan. Debu tebal juga menempel di atas meja belajarnya yang reyot. Debu itu juga menghiasi kaca jendela, sehingga menghalangi pandangan mata ke arah kebun mawar di luar sana.


3. Eksposisi
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik.

Contoh:
Cara Menggunakan Komputer
Jika akan menyala kan komputer, anda harus memerhatikan langkah-langkah yang tepat. Hal itu penting agar komputer terhindar dari kerusakan. Berikut penjelasannya.
Langkah pertama adalah masukkan steker komputer ke sumber listrik, lalu menyalakan stabilizer listrik. Jika lampu telah berwarna merah menyala, menandakan listrik sudah mengalir ke komputer. Kemudian, tekan tombol “power” sampai terdengar bunyi berdengung lembut tanda perangkat harddisk/memori komputer bekerja. Setelah itu, tekan tombol layar di bawah kaca monitor sampai muncul tanda "Windows 7, 8 atau 10".
Kemudian klik tanda “start” untuk memilih menu untuk mengetik atau me- ngerjakan sesuatu, misalnya pilih menu "Microsoft Word". Setelah klik, mesin langsung bekerja, terbuka dan ada halaman layar kosong yang siap di ketik. Ketiklah bahan yang perlu diketik.
Selesai mengetik, simpanlah hasil ketikan secara aman dalam memori dengan menekan ikon disket pada toolbar atau klik "save". Setelah itu, pilihlah file “close” atau klik ikon "X" diujung layar kerja sampai muncul gambar menu komputer dan huruf start. Untuk mematikan komputer, Anda dapat mengeklik tombol start. Kemudian pilih shutdown. Dengan menekan shutdown, komputer akan mati secara otomatis. Setelah program computer hilang, tekanlah tombol power pada layar monitor dan stabilizer saluran listrik. Cabutlah steker listrik ke komputer untuk mengakhiri proses operasi komputer.


4. Argumentasi 
Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.

Contoh:
Sebelum menjalani tes masuk perguruan tinggi, lulusan SMA sebenarnya sudah dihadapkan pada ujian. Mereka harus memilih jurusan dan jenis sekolah yang tepat. Mereka juga harus cermat memilih faktor-faktor yang memengaruhi proses belajarnya nanti.
Akan tetapi, ada orangtua yang sangat berambisi untuk memajukan anak sesuai dengan kehendaknya. Alasannya untuk mewujudkan cita-cita dan impian orangtuanya sendiri. Hal ini menyebabkan anak menjadi terbelenggu, tidak kreatif, dan tidak mandiri. Di sisi lain, orangtua pun akhirnya tidak mengukur kemampuan anak sesuai minat dan bakatnya.


5. Persuasi
Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.

Contoh persuasi:
Katakan tidak pada NARKOBA

Seperti yang kita ketahui bahwa Narkoba sangat berbahaya bagi tubuh. Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis. Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penelitian. Tetapi karena berbagai alasan, mulai dari keinginan untuk coba-coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial, ingin melupakan persoalan, dll. Maka narkoba kemudian disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berlanjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi, disebut juga kecanduan. Biasanya penyalahgunaan ini diawali dengan coba-coba, senang-senang, menggunakan pada saat keadaan tertentu, penyalahgunaan dan ketergantungan.  Penyalahgunaan narkoba mengakibatkan gangguan fisik dan psikis. Semua tergantung jenis narkoba yang dipakai, cara penggunaan dan lamanya penggunaan. Gangguan itu yang terjadi antara lain; kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, lambung, paru/pernafasan, jantung dan pembuluh darah, penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik yang dipakai bergantian, kelumpuhan otot, gangguan neurologis, kehamilan, kelainan hormon, dan kanker. Sementara gangguan psikisnya adalah; sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku sampai mengalami sakit jiwa. Akibat fisik dan psikis adalah kurang bisa berhubungan sosial dengan orang lain, merugikan orang lain, contoh: perkelahian, kecelakaan lalu lintas. Oleh sebab itu lah, Saya mengingatkan agar generasi muda menjauhi narkoba. Jangan sekali pun mencoba jika tak ingin terjerumus lebih dalam. ”Banyak hal positif yang bisa kita buat, karena, Narkoba akan membunuh penggunanya pelan-pelan”.